Looking for something Special in this Kitchen......

Friday, 24 April 2009

IFWN - Jemblem


Postingan dalam rangka ikut meramaikan Indonesian Food Week nya NCC.

Inget snack jadoel ini adalah favorite keluarga ku di Surabaya. Terutama adik bungsu ku dan alm. Eyang Kakung.

Dulu, alm. Eyang Kakung - memberikan nama panggilan sayang "Jemblem" buat adikku Wendy. Karena masa kecil nya Wendy tuh pipi nya chubby banget - katanya mirip Jemblem, hehe. ***we miss you GrandPa***

Sampai beberapa waktu lalu - pas meeting di kantor, CEO ku yang orang Surabaya, nanyain apa aku bisa bikin Jemblem instead of Carrot Cake yang aku bikin untuk snack meeting hari itu. Tertantang juga nih, pikirku.

Baru sempat belajar bikin nya dan praktek sama Mama pas pulang ke Surabaya.


Jemblem
Resep : Mama di Surabaya

Bahan:
500gram Singkong (Ubi Kayu/Ketela Pohon)
1/4 butir kelapa
1sdt garam

Gula Merah untuk isian
Minyak untuk menggoreng

Cara Membuat:
- Kupas dan bersihkan Singkong dan kelapa. Cuci sampai bersih kemudian parut dengan parutan kelapa (jangan pakai parutan keju - nanti jadi nya Srawut)
- Campur jadi satu parutan Singkong, Kelapa dan garam.
- Panaskan minyak dengan api sedang
- Ambil 1-2sdm adonan singkong, kepal-kepal kemudian pipihkan, isi dengan serutan gula merah secukupnya. Tutup kembali sampai tidak ada gula merah yang kelihatan dari luar, bulatkan.
- Segera masukkan minyak panas, goreng dengan api sedang sampai matang.
- Sajikan hangat untuk teman minum teh sore hari.

Untuk 10 pcs.


Menurut informasi dari Mama, ada satu macam lagi penganan seperti ini, bedanya - singkong dan kelapa nya dikukus dulu, trus dihaluskan, baru diisi dengan gula merah dan digoreng. Nama nya "Endhog Gluduk" - hehe, bener-bener ngga ada matinya kalau ngomongin soal makanan tradisional.

2 comments:

Keluarga Cinta said...

Endhog Gludug? heheh..kalau di Semarang, yang disebut endhog gludug tuh pia seukuran telur bebek, yang kulitnya atasnya tipis tapi liat berwarna putih, bawahnya coklat kegosongan, isinya gula aren dikepel kepel gitu. Lucu lucu nama makanan kuno ini ya.. :)

Apa kabar, Bu? Kok jarang muncul di milis NCC ? Semoga semua baik baik saja ya dan bahkan menjadi lebih baik karena sekarang Widya bisa bersama sama mas Hidayat terus (aku baca di Lezat...hehehe). Selamat menunaikan ibadah puasa.

*hanna*

1000jalan said...

ehmm.. enak banget, pa lg isiannya di kasih keju...